Langsung ke konten utama

Indahnya Masa Penantian

Menunggu… mau atau tidak memang mesti dilalui oleh setiap ikhwan yang ingin menikah. Apakah itu menunggu datangnya “sang bidadari” atau  menunggu jawaban “sang bidadari”. Pastinya, menunggu mempunyai makna yang mulia, untuk menguji keimanan, kesabaran, dan keridhaan terhadap ketetapan Yang Maha Bijaksana. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar (Al-Baqarah : 153).
Karena meskipun ingin segera menemukan pendamping hidup, kita tidak ingin kehilangan jati diri dalam pencarian, meskipun ingin cepat mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa, meskipun ingin cepat, kita tidak ingin sembarangan. Tentunya, lebih baik dengan bijaksana menunggu orang yang tepat dengan kriteria yang kita inginkan, yang kita ridha terhadap kekurangan dan kelebihannya, ketimbang memaksa dan memuaskan diri dengan apa yang ada. Karena hidup ini terlampau berharga untuk dilalui dengan pilihan yang salah.
“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (Al-Baqarah : 214). Seindah apapun rencana yang kita buat, masih lebih indah rencana Allah untuk kita. Sesungguhnya Allah seperti persangkaan hamba-Nya, maka berbaik sangkalah terhadap ketetapan-Nya.
“Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan Allah, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya“. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160).
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula),dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An Nuur : 26).
“Wahai Tuhan kami, Karuniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Furqan [25]:74).
Indahnya penantian dalam sabar dan Ridha, Keep ur spirit…!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersamamu dalam Naungan Ilmu

Akhirnya waktu nya tiba, untukku menyempurnakan separuh dari agama. Tidak lama lagi aku akan memulai episode baru dalam kehidupan bersama kekasih. Membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis memang menjadi dambaan. Namun tentu saja untuk mencapainya bukan persoalan mudah. Butuh kesiapan dalam banyak hal terutama dari sisi ilmu agama. Sesuatu yang mesti dipunyai seorang istri, terlebih sang suami. “Kaum laki-laki (suami) adalah qawwam bagi kaum wanita (istri).” (an-Nisa’: 34). Salah satu tugas suami sebagai qawwam adalah memberikan pendidikan agama kepada istri dan anak-anaknya, meluruskan mereka dari penyimpangan, serta mengenalkan mereka kepada kebenaran. “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (at-Tahrim: 6). Menjaga keluarga yang dimaksud dalam butiran ayat yang mulia ini adalah dengan cara mendidik, mengajari, memerintahkan mereka, dan membantu mereka untuk bertakwa kepada...

Sempurnanya Suatu Amalan

Abu Abdillah An-Nabaji rahimahullah berkata: "Ada lima karakter yang dengannya akan sempurna suatu amalan: (1) keimanan yang disertai pengetahuan yang benar tentang Allah Azza wa Jalla, (2) mengenal al-haq, (3) mengikhlaskan seluruh amalan hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala, (4) beramal sesuai Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan (5) makan dari makanan yang halal. Apabila salah satu dari lima karakter ini hilang, maka tidak akan terangkat amalan-amalannya. Jika engkau mengenal Allah Azza wa Jalla namun tidak mengetahui al-haq, maka tidak ada manfaatnya. Dan andaikata engkau mengetahui al-haq namun tidak mengenal Allah Azza wa Jalla, juga tidak bermanfaat. Dan jika engkau mengenal Allah Azza wa Jalla, mengetahui al-haq, namun tidak ikhlas dalam amalan-amalanmu, maka tidak ada gunanya. Atau, engkau mengenal Allah Azza wa Jalla, mengetahui al-haq, ikhlas dalam amalan-amalanmu, namun tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ma...

Kelembutan Kasih

Rasul yang mulia Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Berwasiatlah kalian kepada para wanita (istri) dengan kebaikan karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian yang paling atas. Bila engkau paksakan untuk meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya. Namun bila engkau biarkan begitu saja (tidak engkau luruskan) maka dia akan terus menerus bengkok. Karena itu berwasiatlah kalian kepada para wanita (istri).” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5186 dan Muslim no. 1468) Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Dan bila engkau paksakan untuk meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya. Dan patahnya adalah dengan menceraikannya.” Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-’Asqalani Rahimahullahu berkata: “Sabda Nabi ‘Berwasiatlah kalian’ maksudnya adalah aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik dengan para wanita (istri). Maka terimalah wasiatku ini berkenaan dengan diri mereka, dan amalkanlah.” Beliau melanjutkan: “Dan  dalam...