Ramadhan selalu terasa spesial. Ramadhan kali ini saya lalui di Kota Tanjung, Kalsel, begitu juga dengan lebarannya. Ahh, kota ini menambah koleksiku menjadi 5, setelah sebelumnya merasakan ramadhan di Lampung, Jogja, Magelang, dan Bandung (bukan cuma mampir lho). Selalu ada kesan manis yang ditinggalkan di tiap kota, dan pengalamannya pun berbeda lho.
Saat masih menjadi mahasiswa, di Jogja dan Bandung, ketika berbuka (hampir) selalu sudah duduk rapi di masjid menikmati takjil yang disediakan lengkap beserta nasi bungkusnya. Perbedaan di kedua kota tersebut, kalau di Jogja nasi sudah dibagikan sebelum shalat, kalau di Bandung setelah shalat. Nah, di Kalsel sekarang masih tetap jadi anak kost tapi sudah bisa cari uang jajan sendiri. Sekarang lebih memilih berbuka di kost saja ketimbang di Masjid, yah sesekali kangen juga dengan kebersamaan saat masih mahasiswa, perjuangannya itu lho untuk mencari gratisan hehehe....
Saat masih menjadi mahasiswa, di Jogja dan Bandung, ketika berbuka (hampir) selalu sudah duduk rapi di masjid menikmati takjil yang disediakan lengkap beserta nasi bungkusnya. Perbedaan di kedua kota tersebut, kalau di Jogja nasi sudah dibagikan sebelum shalat, kalau di Bandung setelah shalat. Nah, di Kalsel sekarang masih tetap jadi anak kost tapi sudah bisa cari uang jajan sendiri. Sekarang lebih memilih berbuka di kost saja ketimbang di Masjid, yah sesekali kangen juga dengan kebersamaan saat masih mahasiswa, perjuangannya itu lho untuk mencari gratisan hehehe....
Komentar
Posting Komentar